Ratusan Pengemis Dipulangkan Di Bulan Ramadhan

6 Aug

Image

Kurang lebih sekitar 200 penyandang masalah kesejahteraan sosial jalanan akan dipulangkan Dinas Sosial DKI Jakarta ke daerah mereka masing-masing. Pemulangan ini akan dilakukan pada Selasa (7/8) dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk pemulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) jalanan ini merupakan yang kedua kalinya selama bulan puasa ini. Pada minggu pertama puasa, sekitar 180 PMKS jalanan juga telah dipulangkan.

Seperti yang diucapkan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Kian Kelana, PMKS itu diambil dari persimpangan-persimpangan jalan yang ada di Jakarta.

Penjagaan difokuskan dipersimpangan jalan yang di nilai rawan PMKS jalanan. Di Jakarta, total ada 44 titik yang rawan PMKS jalanan. Namun, dari 44 titik itu ada tujuh titik yang menjadi fokus kerja dinas sosial, ungkap Kian di Jakarta, Minggu (5/8). Ketujuh persimpangan itu adalah perempatan Matraman, perempatan Pramuka, perempatan Coca Cola-Cempaka Putih, perempatan Kelapa Gading, perempatan TMII, perempatan Fatmawati, serta perempatan Mampang-Kuningan.

Seperti yang dijelaskan Kian,  pemulangan ini akan dilakukan hingga H-7 Lebaran. Setelah H-7, pemulangan tidak akan dilakukan hingga H+7. PMKS yang terkena penertiban akan kami tampung di Panti Sosial Kedoya hingga H+7. Dengan demikian mereka tidak bisa Lebaran di kampung halaman mereka.

Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi PMKS dari luar Jakarta yang datang saat bulan Ramadhan. Cara seperti ini cukup efektif. Saya amati jumlah PMKS yang datang ke Jakarta tidak sebanyak pada tahun-tahun sebelumnya, ungkap Kian yang mengaku belum memegang data riil jumlah PMKS jalanan pada Ramadhan tahun ini. Sementara itu Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Prayitno menyebutkan ada 27 panti sosial yang akan menampung para PMKS tersebut. Semua panti itu siap menampung PMKS yang terjaring dalam penertiban.

Prayitno juga menuturkan, penertiban kami lakukan terus karena keberadaan PMKS selain mengganggu ketertiban umum, juga membahayakan mereka dan para pengguna jalan lainnya. Dinas Sosial kini telah menempatkan petugas pemantau PMKS jalanan di setiap titik rawan PMKS. Di titik rawan PMKS itu telah didirikan posko pengendalian dengan petugas pemantau di sana. Seperti di perempatan Coca Cola, Jakarta Pusat, telah ditempatkan petugas yang memantau dari pagi hingga pukul delapan malam.

Mereka bertugas untuk memantau PMKS. Apabila ada PMKS jalanan langsung dijangkau dan dibawa ke panti sosial yang ada, atau kami lakukan penyuluhan kepada PMKS untuk kembali langsung ke daerah asal mereka, tambahnya. Menurut Kian, dinas sosial menargetkan setiap tahun mengurangi 3-4 titik persimpangan yang rawan PMKS jalanan. Pada tahun 2009 titik rawan PMKS mencapai 53 titik. Kemudian pada tahun 2010 menurun menjadi 48 titik, dan pada tahun 2011 titik rawan PMKS di DKI Jakarta tersisa 44 titik. (ARN)

Pengemis siap untuk mudik !!!

Sponsor :

Tertarik bikin warnet ? klik disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: